Volume Transaksi QRIS di Kepri Tembus 4 Juta, BI Perluas Kampanye Digitalisasi

Administrator - Minggu, 24 Agustus 2025 07:57 WIB
bisnis.com
Ilustrasi QRIS

metrosatu.com- Volume transaksi melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus menunjukkan tren pertumbuhan positif.

ingga Juli 2025, jumlah transaksi mencapai 4 juta kali dengan nilai menembus Rp5 triliun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Rony Widijarto, mengatakan pencapaian ini melanjutkan tren pada 2024, di mana total volume transaksiQRIS mencapai 33 juta kali dengan nilai sekitar Rp5,20 triliun.

"Perkembangan ini cukup signifikan. Karena itu, BI terus memperluas sebaran QRIS agar manfaatnya dirasakan lebih merata oleh masyarakat Kepri," ujarnya di Batam, Sabtu (23/8/2025).

Kampanye QRIS Jelajah Indonesia

Untuk mendorong adopsi yang lebih luas, BI Kepri meluncurkan kampanye "QRIS Jelajah Indonesia 2025", yang juga digelar serentak di 46 kantor perwakilan BI seluruh Indonesia.

Menurut Rony, kampanye ini tidak hanya fokus pada literasi dan edukasi transaksi digital, tetapi juga mengangkat budaya dan kearifan lokal.

Kepala Fungsi Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah BI Kepri, Husni Naparin, menambahkan bahwa kegiatan ini diikuti 22 tim dengan total 66 peserta.

"Peserta tidak hanya diajak bertransaksi digital, tapi juga diberi misi untuk mengedukasi masyarakat sekaligus mengapresiasi kekayaan budaya dan potensi ekonomi di Kepri," jelasnya.

Edukasi & Kearifan Lokal

Dalam rangkaian kampanye, peserta akan menuntaskan sejumlah misi, mulai dari sosialisasi QRIS di masyarakat hingga kegiatan lomba yang bernuansa budaya.

"Konsep ini memadukan edukasi keuangan digital dengan aktivitas berbasis kearifan lokal, sehingga lebih mudah diterima masyarakat," tambah Husni.

Melalui strategi ini, BI berharap penggunaan QRIS semakin inklusif dan mendukung percepatan transformasi digital di Kepri.


Tag:

Berita Terkait

News

Banyak Yang Tak Tau! Inilah Fungsi NFC di HP: Bukan Sekadar Fitur Tambahan, Tapi Kebutuhan di Era Digital