metrosatu.com- Microsoft Corp. mengumumkan aturan baru yang mewajibkan sebagian besar karyawan kembali bekerja di kantor tiga hari dalam sepekan.
"Kami percaya terobosan paling berarti terjadi ketika ide dikembangkan secara bersama, secara real-time," tulis Amy Coleman, Chief People Officer Microsoft, dalam memo internal pada Selasa (27/8).
Berlaku di AS, Akan Meluas ke Global
Baca Juga: Mau Jadi Orang Kaya? Ikuti 5 Tips ala Bill Gates Berikut Ini, Nomor 3 Sangat Menantang! Kebijakan ini pertama kali berlaku bagi karyawan di wilayah Seattle yang tinggal dalam radius 80 km dari kantor, mulai akhir Februari 2025. Setelah itu, aturan akan diperluas ke seluruh Amerika Serikat dan secara bertahap diberlakukan secara internasional.
Langkah Microsoft mengikuti jejak perusahaan teknologi besar lainnya yang mendorong karyawan kembali ke kantor. Amazon.com Inc. bahkan mewajibkan pekerja masuk lima hari sepekan.
Tren Perusahaan Besar: Kembali WFO
Menurut data firma properti Jones Lang LaSalle Inc., lebih dari separuh karyawan Fortune 100 dengan pekerjaan berbasis meja kini sudah kembali sepenuhnya ke kantor.
Coleman menegaskan, kebijakan ini bukan langkah pemangkasan karyawan. Namun, Microsoft memang telah memecat sekitar 15.000 pekerja tahun ini di tengah upaya menekan biaya sekaligus fokus mengembangkan produk kecerdasan buatan (AI).
Alasan: Kolaborasi Lebih Efektif
Microsoft menilai bekerja tatap muka meningkatkan kreativitas dan kolaborasi. "Saat kami mengembangkan produk kecerdasan buatan yang akan mendefinisikan era ini, kami membutuhkan energi dan momentum dari orang-orang cerdas yang bekerja berdampingan," jelas Coleman.