Pesan Menteri Agama, Nasaruddin: Isra Mikraj Momentum Pertobatan Ekologis, Berhenti Merusak Alam

Administrator - Jumat, 16 Januari 2026 10:34 WIB
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. (Tim Humas Kemenag)

Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, menyerukan agar peringatan Isra Mikraj 1447 H menjadi momentum "pertobatan ekologis" bagi umat Islam. Dia menegaskan bahwa kesalehan ritual seperti salat tidak boleh dipisahkan dari kesalehan sosial dan kepedulian terhadap kelestarian alam semesta.

Hal tersebut disampaikan Nasaruddin saat memberikan sambutan pada Peringatan Isra Mikraj Tingkat Kenegaraan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (15/1/2026) malam. Mengusung tema "Pesan Ekoteologi dalam Peristiwa Isra Mikraj", dia mengajak semua elemen masyarakat berhenti merusak alam semesta.

"Menjadi khalifah berarti menjaga amanah, bukan menguasai bumi secara serakah. Karena itu, Isra Mikraj layak menjadi momentum pertobatan ekologis. Berhenti merusak, mulai merawat, dan menghadirkan rahmat bagi alam semesta," tegas Nasaruddin dikutip dari siaran pers pada Jumat (16/1/2026).

Baca Juga: Respon Prabowo Kaget Gubernur Kaltim dan Wali Kota Balikpapan Ternyata Kakak Adik Memaknai Isra Mi'raj

Menurut dia, peristiwa Isra Mikraj mengajarkan bahwa perjalanan spiritual sejatinya tidak berhenti di langit, tetapi harus berdampak nyata di bumi. Nabi Muhammad SAW memberikan teladan dengan kembali turun ke bumi untuk menebar rahmat, meskipun telah mencapai puncak kenikmatan di Sidratul Muntaha.

"Spirit langit yang kita rayakan seharusnya menjelma menjadi aksi bumi. Salat yang khusyuk semestinya melahirkan sikap hemat air, cinta kebersihan, dan keengganan merusak alam. Di situlah ekologi menemukan maknanya," ujarnya.

Nasaruddin juga mencontohkan perilaku ramah lingkungan dalam ibadah, seperti anjuran Nabi SAW untuk berhemat air saat berwudu. Ia menyebut Masjid Istiqlal telah menerapkan prinsip tersebut hingga meraih sertifikat internasional EDGE dari Bank Dunia sebagai Green Mosque.

Dalam kesempatan yang sama, Nasaruddin mengajak masyarakat untuk mendoakan dan membantu korban bencana banjir dan longsor di sejumlah daerah. Dia mengatakan musibah ini sebagai ujian untuk "naik kelas" sekaligus peringatan untuk lebih peduli pada keseimbangan alam.

Senada dengan Menag, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dalam uraian hikmahnya juga menekankan bahwa kerusakan alam adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah kekhalifahan. Hanif mengajak umat Islam untuk menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari ibadah sosial.

Sumber: Liputan6

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

News

2.043 Pegawai DJP Dimutasi, Purbaya: Yang Nakal Pindahin ke Pinggir

News

Mendagri Tito Larang Kepala Daerah Pergi ke Luar Negeri saat Lebaran

News

PDIP Terbitkan Surat Edaran Larangan Kader Kelola dan Bisnis MBG

News

Hasil Isbat: 1 Ramadan 1447 H, Jatuh Pada Kamis, 19 Februari 2026.

News

Bupati Kasmarni Hadiri Rakor Pemerintah Pusat dan Daerah, Presiden Prabowo Tekankan Kerja Nyata dan Keberpihakan Pada Rakyat

News

Polri Apresiasi Dukungan Agar Polri Tetap di Bawah Presiden